|
PERTEMUAN
PERTEMUAN
PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN TH 2010 DAN
PERENCANAAN PELATIHAN TH 2011
Rangkuman BATAM
-
Dimohon agar
pelaksanaan Kegiatan Pelatihan dengan dana dekon PPSDM
Kesehatan--->
mengikuti pedoman/ kurikulum yang sudah atau sdg disiapkan oleh Pusdiklat
-
Untuk pelatihan PPKJH menggunakan
kurikulum 30 JPL seperti yang sudah berjalan selama 2
(dua) tahun ini.
-
Pusdiklat SDM Kesehatan akan
mengirimkan Kurikulum, Pedoman Penyelenggaraan, dan Bahan Bacaan Peserta
Pelatihan PPKJH ke Bapelkes dan Dinas Kesehatan (bagi provinsi yang tidak
mempunyai bapelkes)
-
Mengikuti pedoman penyelenggaraan pelatihan PPKJH
-
Membuat laporan penyelenggaraan Pelatihan PPKJH
dan mengirimkannya ke Pusdiklat SDM Kesehatan maksimal 2 (dua)
minggu setelah pelaksanaan pelatihan.
-
Mengajukan surat permintaan nomor
sertifikat kepada Pusdiklat SDM Kesehatan yang dilengkapi dengan berkas:
-
Agar
pelaksanaan Pelatihan TKHI mengacu pada pedoman dan
standar yang ditetapkan PUSDIKLAT SDM Kes
-
Pusdiklat akan melaksanakan Pelatihan TOT TKHI
khusus untuk 6 materi inti
-
Pelatih yang mengikuti TOT TKHI wajib menjadi
pelatih pada pelatihan TKHI di Bapelkes
-
Pelatih yang mengajar harus mengikuti TOT TKHI
-
Pusdiklat SDM Kesehatan akan
mengirimkan Kurikulum, Pedoman Penyelenggaraan, dan Bahan Bacaan Peserta
Pelatihan TKHI ke Bapelkes provinsi embarkasi
-
Penyelenggara mengikuti master
jadwal pelatihan TKHI yg sdh ditetapkan Pusdiklat
-
Pemanggilan peserta prajabatan adalah Biro
Kepegawaian jika ada penggantian peserta prajabatan harus sepengetahuan Biro
Kepegawaian--à
salaman
-
Institusi diklat yang melaksanakan pelatihan
prajabatan agar membuat laporan berkala (laporan singkat) kepada Biro
Kepegawaian dan Pusdiklat
-
Untuk pelatihan Poskestren, jumlah jam pelajaran
30 JPL
-
Kurikulum dan modul (kurmod) menggunakan kurmod
yang dikeluarkan oleh Pusdiklat SDM Kes
-
Anggaran yang digunakan sesuai dengan yang
tersedia di POK (tidak tersedia anggaran untuk ujian dan sewa alat)
-
Bagi propinsi yang menyelenggarakan pelatihan
Poskestren dan tidak mempunyai dana monev, tetap melapor ke PUsdiklat
-
Bagi daerah yang akan melaksanakan pelatihan bagi
TOT Fasilitator tk Kabupaten harap menunggu pelaksanaan Pelatihan TOT
Fasilitator tk Propinsi yang akan dilaksanakan oleh Pusdiklat pada Bulan Juni
th 2010
-
Bagi propinsi yang masih melaksanakan pelatihan
Bidan Poskesdes, agar mengupayakan peserta pelatihan adalah bidan desa yang
bekerja di desa
-
Kurikulum yang digunakan harus kurikulum yang
dikeluarkan oleh Pusdiklat SDM Kes
-
Pengadaan kurikulum dan modul pelatihan dilakukan
oleh masing2 propinsi (pusdiklat tdk akan mengirim kurmod)
-
Penomoran sertifikat dapat dilakukan pada awal
pelatihan dgn mengirimkan: jadwal, kerangka acuan dan jumlah peserta
-
Format biodata peserta latih mengacu kepada format
yang dikeluarkan oleh Pusdiklat
-
Propinsi sudah menyepakati
dan melaporkan tanggal pelaksanaan pelatihan dgn dana dekon apabila ada
perubahan segera menginformasikan kepada Pusdiklat
-
Pentingnya diklat evaluasi pelatihan bagi
penyelenggara diklat.
-
Menghilangkan senioritas WI dalam pelaksanaan
tugas
-
Dibuat panduan TNA dan EPP bagi seluruh
penyelenggara pelatihan.
-
Penyelenggaraan pelatihan ATLS dan BCLS
bekerjasama dengan organisasi profesi
-
Ditingkatkan sinergisme antara struktural dan
fungsional
-
Membentuk forum kemitraan antara WI pusat dan
daerah melalui jejaring (LRC)
-
Pemberdayaan WI sesuai dengan kompetensi melalui
mekanisme sistem yang dibangun oleh semua unsur Kediklatan
-
Menciptakan diklat inovatif untuk menjawab
tantangan zaman.
-
Pemberdayaan WI pusat dan daerah dalam menyusun
kurmod dengan nuansa kebaruan
Rangkuman BANJARMASIN
- Dimohon agar pelaksanaan Kegiatan Pelatihan
dengan dana dekon PPSDM Kesehatan---> mengikuti pedoman/ kurikulum yang sudah
atau sdg disiapkan oleh Pusdiklat
- Propinsi sudah menyepakati dan melaporkan
tanggal pelaksanaan pelatihan dgn dana dekon apabila ada perubahan segera
menginformasikan kepada Pusdiklat
PELATIHAN PPKJH
- Untuk pelatihan PPKJH menggunakan kurikulum 30
JPL seperti yang sudah berjalan selama 2 (dua) tahun ini.
- Pusdiklat SDM Kesehatan akan mengirimkan
Kurikulum, Pedoman Penyelenggaraan, dan Bahan Bacaan Peserta Pelatihan PPKJH
ke Bapelkes dan Dinas Kesehatan (bagi provinsi yang tidak mempunyai bapelkes)
- Mengikuti pedoman penyelenggaraan pelatihan
PPKJH
- Membuat laporan penyelenggaraan Pelatihan
PPKJH dan mengirimkannya ke Pusdiklat SDM Kesehatan maksimal 2 (dua) minggu
setelah pelaksanaan pelatihan.
- Mengajukan surat permintaan nomor sertifikat
kepada Pusdiklat SDM Kesehatan yang dilengkapi dengan berkas:
• SK Penyelenggaraan
•
Kerangka Acuan
•
Struktur program
•
Komponen pelatih
•
Jadwal pelatihan & rekap biodata peserta
- Berkas lengkap diterima Pusdiklat max. H+1
- Pelatihan TKHI agar pelaksanaannya mengacu
pada pedoman dan standar yang ditetapkan PUSDIKLAT SDM Kes
- Pusdiklat akan melaksanakan Pelatihan TOT TKHI
khusus untuk 6 materi inti tahun 2010
- Pelatih yang mengikuti TOT TKHI wajib menjadi
pelatih pada pelatihan TKHI di Bapelkes/ embarkasi
- Pelatih yang mengajar harus yang sdh
mengikuti TOT TKHI tahun 2010
- Pusdiklat SDM Kesehatan akan mengirimkan
Kurikulum, Pedoman Penyelenggaraan, dan Bahan Bacaan Peserta Pelatihan TKHI ke
Bapelkes provinsi embarkasi
- Penyelenggara mengikuti master jadwal
pelatihan TKHI yg sdh ditetapkan Pusdiklat
PELATIHAN PRAJABATAN
- Pemanggilan peserta prajabatan adalah Biro
Kepegawaian jika ada penggantian peserta prajabatan harus sepengetahuan Biro
Kepegawaian
- Institusi diklat yang melaksanakan pelatihan
prajabatan agar membuat laporan berkala (laporan singkat) kepada Biro
Kepegawaian dan Pusdiklat
PELATIHAN POSKESTREN
- Untuk pelatihan Poskestren, jumlah jam
pelajaran petugas puskesmas 47 JPL, untuk pengelola pesantren dan santri
sebanyak 30 JPL
- Kurikulum dan modul (kurmod) pelatihan
Poskestren, menggunakan kurmod yang dikeluarkan oleh Kemenkes (pusat)
- Sasaran untuk pelatihan bagi pengelola
pesantren/ santri, pendidikan minimal setingkat SLTA (kelas 10)
- Anggaran yang digunakan sesuai dengan yang
tersedia di POK (jangan digunakan untuk ujian dan sewa alat)
- Bagi propinsi yang menyelenggarakan pelatihan
Poskestren dan tidak mempunyai dana monev, tetap melapor ke Pusdiklat
PELATIHAN DESA SIAGA
- Bagi daerah yang akan melaksanakan pelatihan
bagi TOT Fasilitator desa siaga tk kabupaten harap menunggu pelaksanaan
Pelatihan TOT Fasilitator tk Propinsi yang akan dilaksanakan oleh Pusdiklat
pada Bulan Juni th 2010
- Bagi propinsi yang masih melaksanakan
pelatihan Bidan Poskesdes, agar mengupayakan peserta pelatihan adalah bidan
desa yang bekerja di desa
- Kurikulum yang digunakan harus kurikulum yang
dikeluarkan oleh Pusdiklat SDM Kes
- Pengadaan kurikulum dan modul pelatihan
dilakukan oleh masing2 propinsi (pusdiklat tdk akan mengirim kurmod)
- Penomoran sertifikat dapat dilakukan pada awal
pelatihan dgn mengirimkan: jadwal, kerangka acuan dan jumlah peserta
- Format biodata peserta latih mengacu kepada
format yang dikeluarkan oleh Pusdiklat
WIDYAISWARA
- Buat pertemuan (workshop) membahas tentang
masalah-masalah yang dihadapi oleh WI
- Pemberdayaan WI sesuai dengan kompetensi
melalui mekanisme sistem yang dibangun oleh semua unsur Kediklatan
- Menciptakan diklat inovatif untuk menjawab
tantangan zaman.
- Pemberdayaan WI
pusat dan daerah dalam menyusun kurmod dengan nuansa kebaruan
- Pentingnya diklat evaluasi pelatihan bagi
penyelenggara diklat.
- Pelatihan motivator(berbasis psikologi/perilaku),
advocacy, teknik fasilitasi up date (team teaching/Penala Hati Nusantara),
- Pelatihan penyusunan Kur Mod
- Pelatihan KTI
- Pelatihan Enterpreunership
- Continuing training education
- Pelatihan penjenjangan manajemen kesehatan
- Pelatihan Penjenjangan kepemimpinan
- Peran WI dalam pengembangan SDM Kesehatan (diluar
dikjartih/menjadi advokator, konsultan)
- Revisi panduan TNA dan EPP bagi seluruh
penyelenggara pelatihan.
- Sinergisme antara struktural dan WI
- Membentuk forum kemitraan antara WI pusat dan
daerah melalui jejaring (LRC)
- Database kompetensi dan bidang keahlian di
tiap propinsi
makalah untuk download
Kebijakan Diklat (RPJMN 2010—2014),
Ka Badan PPSDM Kes
Kepmenpan No14 tahun 2009,
Kepala Direktorat Pembinaan Widyaiswara LAN
Kebijakan pengembangan SDM kes melalui pelatihan dengan sumber dana dekon,
Ses
BPPSDM Kes
Penempatan Tenaga Kesehatan di DTPK,
Ka,Pusrengunakes
Panel
:
Kebijakan Penyelenggaraan Pelatihan Kesehatan di Provinsi:
Provinsi Sulut,
Ka. Dinkes Provinsi Sulut
Provinsi Kalteng,
Ka.Dinkes Provinsi Kalteng
Provinsi Sumsel,
Ka. Dinkes Provinsi Sumsel
Provinsi Jabar,
Ka.Dinkes Provinsi Jabar
Panel : Pelatihan Bagi SDM Kesehatan dengan sumber dana dekon
Pelatihan Prajabatan,
Ka.
Sub.Bid.Diklat Penjenjangan
Pelatihan Haji (PKJH, TKHI),
Ka. Sub.Bid.Diklat Teknis
Pelatihan Poskestren,
Ka. Sub. Bid.Diklat Manj
Pelatihan Desa Siaga,
PJ Pokja Desi
Kebijakan Anggaran Bersumber Dana Dekon,
Kepala
Biro Perencanaan dan Anggaran
Etos Kerja dalam Tim Work,
Jansen H. Sinamo
Rekomendasi Kemitraan BBPK Jakarta Kegiatan Diklat dengan Anggaran
Dekon Perlu diusulkan anggaran Dekon untuk penyelenggaraan diklat
PERTEMUAN
KOORDINASI
KEMITRAAN
BIDANG DIKLAT KESEHATAN
Dewasa
ini permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan SDM Kesehatan adalah
ketersediaan dan distribusi tenaga kesehatan yang belum memadai, selain itu
kualitas dari tenaga kesehatan juga masih kurang. Hal tersebut mempengaruhi
kualitas layanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya
dalam pemenuhan SDM Kesehatan yang berkualitas adalah melalui pendidikan dan
pelatihan (diklat).
Peran
diklat SDM kesehatan menjadi sangat penting. Langkah-langkah strategis dalam
mengakselerasi pemenuhan SDM kesehatan yang profesional (SDM kesehatan yang ahli,
berintegritas, dan kompeten di bidangnya) perlu dilakukan. Dengan tersedianya
dan terpenuhinya SDM kesehatan yang profesional diharapkan pelayanan kesehatan
yang bermutu dapat terwujud.
Mencermati semakin besarnya beban diklat kesehatan saat ini serta adanya
tantangan terhadap kemampuan institusi diklat kesehatan, telah diterbitkan
Permenkes n\nomor 382 A tahun 2006 dan Permenkes nomor 971 tahun 2008 tentang
Pembentukan BBPK Cilandak, Ciloto dan Makassar yang merupakan upaya untuk
memadukan kekuatan pusat bersama melalui sharing power sehingga terbentuk
jaringan institusi diklat kesehatan yang mampu merespon kebutuhan pelanggan.
Disampng itu saat ini pemanfaatan institusi pendidikan dan pelatihan di propinsi
(Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi) masih rendah. Rata-rata Bed Occupation Rate
(BOR) sebesar 34,72% dan Seat Occupation Rate (SOR) sebesar 49,51% pada tahun
2008. Selain itu tingkat keterlibatan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi (Bapelkesda)
dalam penyelenggaraan diklat rendah, hanya digunakan sebagai tempat pelatihan
bukan sebagai konsultan pelatihan di wilayahnya.
Untuk
itu salah satu upayanya adalah melalui pembinaan BBPK dan Bapelkesnas terhadap
mitra di wilayah kerjanya dibawah koordinasi Pusdiklat SDM Kesehatan. Agar
tujuan pembinaan tersebut dapat dicapai secara optimal maka perlu dilaksanakan
Pertemuan Koordinasi Pembinaan Kemitraan
RANGKUMAN
1.
Perlu peningkatan harmonisasi antara
Dinkes, Bapelkes, dan Badan Diklat Provinsi dalam menyelenggarakan pelatihan di
daerah
2.
Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2010
– 2014 menetapkan bahwa penyusunan anggaran berbasis kinerja sehingga jenis dan
satuan output merupakan hal yang penting, untuk itu perlu dibuatkan standar/
indicator
3.
Dalam waktu dekat ada restrukturisasi
organisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan, dimana pada struktur organisasi
Badan PPSDM Kesehatan terdapat Pusdiklat Aparatur dan Pusdiklat Tenaga Kesehatan
sehingga perlu kejelasan peran dan fungsi masing-masing organisasi supaya tidak
tumpang tindih.
4.
Mulai tahun 2011 dalam penganggaran
diharapkan mengalokasikan Anggaran yang Responsive Gender (ARG).
5.
Permenkes 971/ 2009 perlu dikaji kembali
untuk lebih memantapkan dalam pelaksanaannya.
6.
Perlu pembahasan lebih lanjut antara
Kemkes dan LAN untuk menyusun penjenjangan Diklat teknis karena tidak mudah
untuk menjenjangkan diklat tersebut.
7.
Dalam penyusunan RKAKL perlu dibuat menu
yang fleksible.
8.
Dalam menu dekon perlu
dialokasikan biaya perjalanan dinas untuk mitra Bapelkes
9.
Hasil Forum
Kemitraan :
A.
BBPK Jakarta
:
-
Perlu diusulkan anggaran Dekon untuk
penyelenggaraan diklat teknis/fungsional kesehatan yang dapat mengakomodasi
kebutuhan daerah dalam bentuk paket pelatihan teknis/fungsional kesehatan
yang fleksibel.
-
Agar Pusat menyiapkan menu-menu pelatihan
diklat teknis/fungsional kesehatan.
-
Masuk dalam komponen menu Dekon, alokasi
biaya perjadin untuk kegiatan pertemuan kemitraan (unsur dinkes, Bapelkes,
Badan Diklat Prop. dan WI sebanyak 2 kali/tahun tempat di Kaltim dan Batam)
-
Agar disiapkan kurikulum dan modul pelatihan
pengelolaan BOK. (diselenggarakan oleh BBPK Jakarta tahun 2010)
-
Agar Penyelenggaran TOT pelatihan pengelolaan
BOK berkoordinasi dengan Direktorat Kesehatan Komunitas.
-
Perlu diusulkan dana dekon untuk pelatihan
pengelolaan BOK
B.
BBPK Ciloto
C.
BBPK
Makassar
-
Tersusunnya kegiatan kemitraan 2011
-
Untuk penyusunan anggaran diklat menggunakan
pola standarisasi
-
Pelatihan yang disusun berdasarkan kebutuhan
propinsi bukan berdasarkan keinginan
-
Setiap dana yang bersumber dari SDK
dilaksanakan di Bapelkes
-
Harus ada pembinaan untuk mengawal setiap
kegiatan kediklatan
-
Penyusunan anggaran tetap mengacu kepada
standar menteri keuangan
-
Bagi propinsi yang tidak mempunyai Bapelkes
diserahkan ke Dinas Kesehatan atau Badan Diklat Propinsi
D.
Bapelkes
Nasional Lemahabang
-
Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan
melibatkan lintas program dan sektor melalui pelatihan fasilitator PKMD
-
Peningkatan koordinasi Bapelkes daerah, Dinas
Kesehatan, dan badan diklat propinsi
-
Tersedianya informasi tentang kompetensi WI
di masing-masing mitra (contoh di NTT : master psikologi kesehatan
-
Capacity building dengan daerah mitra :
fasilitasi penyusunan renstra dan perencanaan diklat
-
Sharing dengan daerah mitra dalam
penyelenggaraan pelatihan
-
Pengembangan WI mitra sesuai keahlian
-
Kalakarya petugas pengelola LRC di daerah
mitra
-
Bimbingan dan pengendalian daerah mitra
E.
Bapelkes
Nasional Salaman
-
Sharing anggaran
-
Identifikasi masalah kesehatan
termasuk rencana kegiatan
-
Asistensi penyusunan rencana
termasuk anggaran bapelkes dlm rangka BLU
-
Merencanakan TNA tahun 2010 utk
Prop. DIY dan Jateng, tahun 2011 untuk seluruh propinsi mitra
-
Teridentifikasinya usulan kegiatan
mitra
FILE
DOWNLOAD
 
 
 
 
 

|