BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG PENYELENGGARAAN DIKLAT ADUM

 

 

Pegawai Negeri Sipil sebagai salah satu unsur Aparatur Negara mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menyelenggarakan tugas-tugas umum pemerintah dan pembangunan. Sosok Pegawai Negeri Sipil yang mampu memainkan peranan tersebut  antara lain dapat dilihat dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan dengan kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, pemerintah serta yang bersatu padu, bermental baik, berwibawa, kuat, berdayaguna, berhasilguna, bersih, berkualitas tinggi,  sadar akan tanggungjawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat

                       

   Untuk dapat membentuk sosok Pegawai Negeri Sipil seperti dimaksud  di atas, perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan pelatihan yang mengarah pada upaya peningkatan :

  1. Kepribadian dan semangat pengabdian dalam pelayanan kepada masyarakat.
  2. Kualitas kemampuan baik dalam bidang substansi maupun kepemimpinan dan koordinasi  untuk melaksanakan tugas-tugas umum pemerintah dan pembangunan.
  3. Semangat kerjasama dan tanggung jawab yang tinggi dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkungan kerja dan misi instansinya.

 

                 Dalam Peraturan Pemerintah, nomor 14 tahun 1994, tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, yang ditindak lanjuti dengan Surat Keputusan Ketua Lembaga Administrasi Negara nomor 304/A/IX/6/4/1995, tanggal 24 Pebruari 1995, tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. antara lain diantaranya adalah Pendidikan dan Pelatihan yang berkaitan dengan pembentukan sosok awal Pegawai Negeri Sipil, baik dalam jabatan struktural maupun Jabatan Fungsional adalah  Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Umum (Diklat ADUM)

 

Sejalan dengan hal tersebut di atas maka dipandang perlu disusun Pedoman Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Umum (Diklat ADUM) di lingkungan Departemen Kesehatan RI dengan tujuan ada kemantapan dalam pelaksanaannya, dan dapat mencapai sasaran seperti yang diharapkan.

           

1.                 B.    TUJUAN

Tujuan dan sasaran Pendidikan dan Pelatihan yang terdapat dalam PP No.14 tahun 1994 adalah :

1.      Meningkatkan kesetiaan dan ketaatan Pegawai Negeri Sipil kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah Republik Indonesia

2.      Menanamkan kesamaan pola pikir yang dinamis dan bernalar agar memiliki wawasan yang komprehensif untuk melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan;

3.      Memantapkan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, dan pengembangan partisipasi masyarakat;

4.      Meningkatkan pengetahuan, keahlian dan/atau keterampilan serta pembentukan sedini mungkin kepribadian Pegawai Negeri Sipil.

 

                 Sedangkan sasaran Pendidikan dan Pelatihan adalah tersedianya Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualitas tertentu guna memenuhi salah satu persyaratan untuk diangkat dalam jabatan tertentu.

 

Sesuai dengan kompetensi Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Umum (Diklat Adum) mempunyai tujuan dan sasaran sebagai berikut :

 

 

 

 

A.    Tujuan Umum

Memberikan bekal kemampuan administrasi dasar, sehingga para peserta :

a.        Mampu mengenali kedudukan organisasi dan peran instansi masing-masing dalam pemerintahan negara.

b.       Mampu melaksanakan tugas pekerjaan sehari-hari dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif dan efisien, baik sebagai staf maupun pimpinan.

 

2.     Sasaran

 

Sasaran Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Umum adalah :

a.      Memiliki kepribadian dan sikap dasar sebagai aparatur negara yang berdisiplin, berjiwa pengabdian, berdedikasi dan mempunyai etos kerja profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

b.      Memiliki wawasan dasar-dasar sistem administrasi negara secara komprehensif.

c.      Memiliki kemampuan mengelola administrasi perkantoran;

d.      Memiliki keterampilan opersionaldalam bidang dasar-dasar kepemimpinan dan manajerial

 

C.   WAKTU PELAKSANAAN

 

Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Umum (Diklat ADUM) dilaksanakan selama 1 (satu) bulan 1 (satu) minggu dengan jumlah jam pelajaran 250 jam pelajaran.

 

 

 

 

D.  PENYELENGGARA DIKLAT ADUM

 

1.     Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Departemen Kesehatan RI mengkoordinasikan, membina dan melakukan pengawasan terhadap setiap proses penyelenggaraan Diklat ADUM di lingkungan Depkes. RI secara nasional.

2.     Balai Pelatihan Kesehatan sebagai penyelenggara pelatihan dan Kanwil Departemen Kesehatan Propinsi mengkoordinasikan, membina dan melakukan pengawasan terhadap setiap proses penyelenggaraan Diklat ADUM di daerah/wilayah kerjanya.

 

 

 


BAB II

P E S E R T A

 

A.    PERSYARATAN PESERTA

1.      Persyaratan Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Umum (Diklat ADUM)  sebagai berikut :

a.      Berstatus sebagai calon Pegawai Negeri Sipil Depkes yang dipekerjakan, baik di unit kerja kesehatan maupun diluar Departemen Kesehatan.

b.      Prioritas peserta diberikan kepada mereka yang telah menjadi calon PNS, berdasarkan urutan tanggal SK penempatan dan tidak melebihi dua tahun sebagai PNS.

c.      Memiliki ijazah sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) dan yang sederajat dengan SLTP.

d.      Berbadan sehat yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter

e.      Umur sesuai dengan ketentuan/peraturan perundang-undangan kepegawaian yang berlaku

f.        Ada surat penugasan dari instansinya

g.      Bersedia ditempatkan dimana saja.

 

2.      Persyaratan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan II sebagai berikut :

 

a.      Bersatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Kesehatan yang dipekerjakan baik di unit kerja kesehatan maupun di luar Departemen Kesehatan.

b.     Prioritas peserta diberikan kepada mereka yang telah menjadi Calon (Pegawai Negeri Sipil berdasarkan uruan tanggal SK penempatan dan tidak melebihi 2 tahun sebagai calon Pegawai Negeri SIpil.

c.      Golongan I memiliki ijazah Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP/SLTP) sedangkan untuk golongan II memiliki ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), D3 dan yang sederajat dengan Sarjana Muda.

d.     Berbadan sehat yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Dokter.

e.      Umur sesuai dengan ketentuan/peraturan perundangan kepegawaian yang berlaku.

f.        Ada surat penugasan dari instansinya.

g.     Bersedia ditempat dimana saja

 

B.    JUMLAH PESERTA

1.      Jumlah peserta pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan I untuk setiap kelas sebanyak-banyaknya 50 orang

2.      Jumlah peserta Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan baik  golongan II dan golongan II untuk setiap kelas sebanyak-banyaknya 50 orang.

 

2.                 C.   PROSEDUR PENETAPAN PESERTA

 

1.     Pada setiap tahun anggaran baru, Kanwil Departemen Kesehatan di setiap Propinsi menetapkan Calon Pegawai Negeri Sipil golongan I dan golongan II di lingkungan unit kerja masing-masing untuk ditetapkan sebagai calon peserta Diklat Prajabatan golongan I dan II.

2.     Kanwil Depkes mengirimkan daftar nama calon peserta ke Bapelkes untuk dilatih.

3.     Bapelkes mengusulkan susunan kepanitaan ke Kanwil untuk diterbitkan Surat Keputusan kepanitaan penyelenggara Petihan Prajabtan.

4.     Setiap calon peserta latihan prajabatan diwajibkan mendaftarkan diri ke Bapelkes selambat-lambatnya 4 hari sebelum pelatihan dilaksanakan.

 

 


BAB III

METODE, PROSES PELATIHAN DAN SARANA/PRASARANA DIKLAT

 

A.    METODE

 

1.     Metode yang digunakan harus berdasarkan prinsip-prinsip andragogy berikut ini :

a.     Adanya peran serta dari peserta

b.     Adanya kesempatan belajar sambil. Orientasi pada peserta (latar belakang, kebutuhan-kebutuhan, harapan-harapannya, dan tugas-tugasnya yang akan dilaksanakan setelah selesai latihan).

c.     Pembianan iklim yang demokratis dan dinamis

d.     Pendekatan secara multi disiplin

e.     Adanya kesempatan komunikasi ke berbagai arah

 

2.   Metode yang digunakan

Metode yang digunakan dalam pelatihan Prajabatan Umum Golongan I  adalah sebagai berikut :

a.     Ceramah

b.     Tanya jawab

c.     Latihan

d.     Diskusi kelompok

e.     Penugasan

Metode yang digunakan dalam pelatihan Prajabatan Umum Golongan II  adalah sebagai berikut :

a.      Ceramah

b.      Tanya jawab

c.      Latihan

d.      Diskusi kelompok

e.      Kasus

f.        Karya tulis (membuat laporan tertulis pelaksanaan tugas)

g.      Penugasan

B.   PROSES PELATIHAN

 

Pada setiap latihan itu sebaiknya dilaksanakan proses sebagain berikut :

1.     Tahap pencairan

  Salah satu teori belajar mengatakan bahwa seseorang itu akan mau dan dapat belajar lebih baik, kalau mereka “dicairkan” terlebih dahulu dari gumpalan es tradisional. Pengalaman-pengalaman masa lampau yang “indah” acuh tak acuh pada lingkungan dan orang lain, mekanisme mempertahankan diri (self defence mechanism) yang kuat, menganggap diri paling tahu sehingga tidak perlu belajar lagi, bersifat sangat menutup diri dan sebagainya. Gejala-gejala “beku” tersebut perlu pembahasan lebih dulu, yang dapat dilaksanakan dengan pembahasan materi semangat pengabdian, karena materi  ini selain merupakan isi juga sebagai proses pencairan.

  Proses pencairan hendaknya dilaksanakan secara simultan dengan pengungkapan keinginan dan kebutuhan peserta hadir mengikuti pelatihan.

 

2.     Tahap interaksi

Setelah mengalami proses pencairan ini, diperkirakan mereka dapt belajar dan berubah, mempunyai motivasi belajar lebih besar, mampu mengadakan proses interaksi lebih lancar, berdasarkan sifat keterbukaan, percaya pada diri sendiri dan kepada orang lain, sehingga               dapat diharapkan akan terjadi suasana saling memacu dan membantu pertumbuhan belajar secara bersama.

Tahap ini diberikan materi pelajaran/latihan yang telah direncanakan. Pemberian materi pelatihan harus dirancang sedemikian rupa sehingga setiap sesi merupakan kemasan materi yang dapat memberikan kemampuan yang ingin dicapai setelah sesi tersebut. Dengan demikian metode yang digunakan bukan hanysa ceramah, tetapi juga metode lainnya sesuai dengan kemampuan yang ingin dicapai.

 

3.     Tahap Refreshing

Pada bagian terakhir dari proses belajar ini adalah memantapkan dan mengkosolidasikan, apa yang sudah diperoleh selama latihan. Proses ini dapat dikerjakan dengan membuat semacam laporan tertulis mengenai pelaksanaan tugas ditempat kerja masing-masing Tahap ini disebut “Refrezing” (membeku kembali). Yang dibekukan itu adalah pengetahuan dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh selama latihan.

 

C.   WIDYAISWARA/PELATIH

 

Widyaiswara/pelatih diharapkan memenuhi syarat sebagai berikut :

1.     Memahami tujuan latihan

2.     Memahami tujuan instruksional umum dan khusus dari materi yang akan diajarkan.

3.     Menguasai proses belajar/mengajar yang sesuai dengan tujuan pemberian materi tersebut.

4.     Berpengalaman dalam bidang yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

5.     Berminat mengajar/melatih.

6.     Mempunyai disiplin dan dedikasi tinggi dalam melatih.

7.     Mampu mengembangkan kreatifitas dan disiplin peserta

 

D.  SARANA DAN PRASARANA DIKLAT

 

1.     Sarana

Sarana pendidikan dan pelatihan yang dipergunakan dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II adalah :

a.     White borad

b.     Flipchart

c.     Overhead Projector

d.     Buku sumber

e.     Modul

f.       Sound system

g.     Komputer

 

2.     Prasarana

Prasarana yang dipergunakan dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II antara lain :

a.     Kelas

b.     Ruang diskusi

c.     Ruang Auditorium

d.     Perpustakaan

e.     Tempat olah raga

f.       Asrama

g.     Ruang makan

 

 


BAB IV

PENGELOMPOKKAN MATA PELAJARAN DAN

JUMLAH JAM PELAJARAN

 

A.     Golongan I

 

NO.

MATA PELAJARAN

JAM PELAJARAN

I.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.

 

 

 

 

 

III.

 

 

 

 

IV.

 

 

V.

 

 

 

 

SEMANGAT PENGABDIAN

A.    Bidang Kejuangan

1.     Pembinaan rohani : Penerapan agama dalam pelaksanaan tugas.

2.     Pembinaan Mental Ideologi

a.     Pancasila, UUD 1945 dan GBHN

b.     Kewaspadaan Kesiagaan Mental Ideologi

3.     Pembinaan Kejuangan

a.     Nilai-nilai Kejuangan 45

b.     Wawasan Nusantara

c.     Ketahanan Nasional

 

B.    Bidang Fisik dan Disiplin

1.     Pembinaan Sikap

a.     Peraturan Baris Berbaris

b.     Peraturan Penghormatan

c.     Tata Cara Upacara

d.     Pengetahuan Dasar Pengamanan

2.     Pembinaan Jasmani

a.     Senam

b.     Kesamaptaan

 

PIRANTI ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN

1.     Peraturan Perundng-undangan Bidang Kepegawaian

2.     Ketatausahaan Kantor

 

WAWASAN TUGAS

1.     Pengenalan Struktur Organisasi Pemerintah RI

2.     Jam Pemimpin

 

PENDALAMAN MATERI

Ujian

 

SUBTANSI INSTANSIONAL

Materi Substansi Instansional :

1.      Dinamika Kelompok

2.      Asuransi Kesehatan

3.      Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional

4.      Kebijakan Program Pembangunan Kesehatan Daerah

(39)

 

 

4

 

4

2

 

 

2

2

2

 

 

 

6

2

2

2

 

6

2

 

(28)

 

12

16

 

(6)

 

3

3

 

(5)

5

 

(10)

 

3

2

2

 

3

 

 

 

B. Golongan II

 

NO.

MATA PELAJARAN

JAM PELAJARAN

I.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III.

 

 

 

 

 

 

IV.

 

 

V.

 

 

 

 

SEMANGAT PENGABDIAN

A.  Bidang Kejuangan

1.      Pembinaan rohani : Penerapan agama dalam pelaksanaan tugas.

2.      Pembinaan Mental Ideologi

a.      Pancasila, UUD 1945 dan GBHN

b.      Kewaspadaan Kesiagaan Mental Ideologi

3.   Pembinaan Kejuangan

a.      Nilai-nilai Kejuangan 45

b.     Wawasan Nusantara

c.      Ketahanan Nasional

 

B.  Fisik dan Disiplin

1.   Pembinaan Sikap

a.      Peraturan Baris Berbaris

b.     Peraturan Penghormatan

c.      Tata Cara Upacara

d.     Pengetahuan Dasar Pengamanan

2.   Pembinaan Jasmani

a.      Senam

b.     Kesamaptaan

 

PIRANTI ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN

1.      Dasar-dasar administrasi, Manajemen dan Organisasi

2.      Kepegawaian

3.      Dasar-dasar Administrasi Materiil

4.      Dasar-dasar Administrasi Keuangan

5.      Dasar-dasar Administrasi Perkantoran

6.      Dasar-dasar Pengawasan

7.      Pelayanan Prima

 

WAWASAN TUGAS

1.      Struktur dan Hubungan Antar Lembaga Negara

2.      Wawasan Lingkungan Tugas

3.      Budaya Kerja

4.      Jam Pimpinan

 

PENDALAMAN MATERI

Ujian

 

SUBTANSI INSTANSIONAL

Materi Substansi Instansional :

1.      Dinamika kelompok

2.      Asuransi Kesehatan

3.      Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional

4.      Kebijakan Program Pembangunan Kesehatan Daerah

(39)

 

 

2

 

4

2

 

 

2

2

2

 

 

 

5

2

2

2

 

8

4

 

(50)

4

 

14

3

3

15

3

8

 

(13)

 

4

3

3

3

 

(6)

6

 

(12)

 

3

2

 

2

 

5

 

 

 

Catatan :

1.      Untuk pembuatan laporan tidak disediakan jam sendiri, peserta ditugaskan menulis laporan pada jam istirahat sebagai tugas mandiri.

2.      Penjelasan mengenai penulisan laporan diberikan pada hari I pada waktu penjelasan administrasi dan teknis oleh panitia.

 


BAB V

EVALUASI DAN KELULUSAN

 

A.    EVALUASI PROSES BELAJAR

 

1.      Penilaian terhadap peserta melalui dua aspek yaitu :

a.      Aspek sikap dan perilaku

1)     Disiplin;

2)     Kepemimpinan

3)     Kerjasam

4)     Prakarsa

Indikator yang dinilai dari masing-masing unsur sikap dan perilaku adalah sebagai berikut :

a)     Disiplin

Disiplin adalah ketaatan dan kepatuhan peserta terhadap seluruh ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara.

Indikator disiplin adalah :

(1)   Kehadiran;

(2)   Ketepatan hadir di kelas;

(3)   Ketepatan penyelesaian tugas;

(4)   Bersikap dan berperilaku sesuai dengan etika dan sopan santun;

(5)   Berpakaian rapi dan sesuai dengan keentuan yang berlaku;

(6)   Keikutsertaan dalam senam pagi/SKJ/PBB/MFD;

(7)   Dan sebagainya.

 

b)     Kepemimpinan

Kemampuan memberi motivasi dan menggerakkan peserta lainnya, meyakinkan pendapat kepada orang lain, mempertemukan pendapat dan mengatasi ketegangan yang mungkin ada.

(1)   Obyektif dan tegas dalam mengambil keputusan;

(2)   Membela kepentingan bersama sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

(3)   Bertanggung jawab;

(4)   Memberi contoh yang dapat menjadi teladan seperti sabar, komunikatif, konsisten, adil, jujur, tegas dan rasional;

(5)   Dan seterusnya

 

c)      Kerjasama

Kerjasama adalah kemampuan untuk menylesaikan tugas secara bersama-sama. Indikator kerjasama adalah :

(1)     Berperilaku positif untuk membantu kelancaran diklat atau membuat situasi diklat lebih menggairahkan;

(2)     Mampu membuat saran-saran yang nyata, baik yang menyangkut materi diklat maupun yang menyangkut kelancaran pelaksanaan diklat;

(3)     Dapat menyampaikan gagasan/ide aru yang bermanfaat;

(4)     Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dan tidak bersifat menguji atau memojokkan orang lain;

(5)     Kemampuan mengendalikan diri, waktu, situasi dan lingkungan.

 

b.      Aspek Pendalaman Materi

Unsur pendalaman materi adalah ujian tertulis.

 

c.      Bobot Penilaian

Golongan I :

1) Sikap Perilaku                                                             60 %

(a) Disiplin                                          24 %

(b) Kepemimpinan                              12 %

©   Kerjasama                                    12 %

(d) Prakarsa                           12 %

2) Pendalaman materi                                                      40 %

 

Golongan II :

1) Sikap Perilaku                                                             60 %

(a) Disiplin                                                      24 %

(b) Kepemimpinan                                          12 %

©   Kerjasama                                                12 %

(d) Prakarsa                                       12 %

2) Pendalaman materi                                                      40 %

(a)   Ujian tertulis yang mencakup seluruh materi yang diajarkan

dengan bobot                                  24 %                                

(b)   Penilain terhadap penulisan laporan (karya tulis dengan

bobot                                               16 %

 

d. Cara Penilian

 

1)     Nilai terendah adalah 0 (nol) sedangkan nilai tertinggi adalah 100 (seratus)

2)     Nilai sikap dan perilaku merupakan penjumlahan dari nilai semua unsur sikap dan perilaku sesuai dengan bobot masing-masing.

3)     Untuk golongan I nilai pendalaman materi merupakan nilai dari hasil ujian, sedangkan untuk golongan II nilai pendalaman materi merupakan nilai hasil ujian ditambah nilai hasil penulisan laporan.

4)     Nilai akhir merupakan penjumlahan nilai sikap dan perilaku ditambah nilai pendalaman materi (setelah dikalikan bobot masing-masing).

5)     Penilaian terhadap peserta diberikan oleh widyaiswara, penyelenggara, pembimbing, pendamping, pengamat, tim pemeriksa ujian dan lain-lain.

 

 

Contoh :

 

1.      Nilai Sikap dan perilaku                       60 %

a. Disiplin                   bobot               24 %    nilai      =          19,2

b. Kepemimpinan       bobot               12 %    nilai      =            7,2

c. Kerjasama  bobot               12 %    nilai      =            8,4

d. Prakarsa                 bobot               12 %    nilai      =            7,2

                                                          Jumlah  =          42,0

 

2. Nilai pendalaman materi             40 %

 

a. Nilai ujian               bobot               24 %    nilai      =          19,2

b. Nilai penulisan laporan bobot          16 %    nilai      =          11,2

                                                          Jumlah  =          30,4

 

3. Nilai akhir          = 42,0 + 30,4   =          72,4

Peserta dengan nilai tersebut dinyatakan lulus, karena melebihi nilai minimal kelulusan yaitu 60.

 

d.      Predikat Penilaian :

1) Dengan pujian                                     90 – 100

2) Sangat memuaskan                              85 – 85,99

3) Memuaskan                                        80 – 84,99

4) Baik sekali                                                      75 – 79,99

5) Baik                                                                70 – 74,99

6) Cukup                                                            65  – 69,99

7) Sedang                                                           60  - 64,99

 

Apabila nilai rata-rata akhir yang dicapai peserta kurang dari 60 dinyatakan tidak lulus juga apabila dalam ketidak hadiran peserta melebihi 5 % dari seluruh program dinyatakan gugur, kecuali yang cacat jasmani.

 

2.  Widyaiswara

a.      Aspek yang dinilai dari penampilan widyaiswara antara lain sebagai berikut :

1)     Penguasaan materi;

2)     Sistematika penyajian;

3)     Kemampuan penyajian;

4)     Ketepatan waktu, kehadiran dan menyajikan;

5)     Penggunaan metode dan sarana diklat;

6)     Sikap dan perilaku;

7)     Cara menjawab pertanyaan dari peserta;

8)     Penggunaan bahasa;

9)     Pemberian motivasi kepada peserta;

10) Pencapaian tujuan instruksional;

11) Kerapihan berpakaian;

12) Kerjasama antar widyaiswara (Tim)

 

b.      Penilaian terhadap Widyaiswara dilakukan oleh peserta dan penyelenggara diklat.

 

3.  Penyelenggara

 

Aspek yang dinilai :

a.      Efektivitas penyelenggara;

b.      Kesiapan sarana diklat;

c.      Kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana

d.      Kebersihan kelas asrama, ruang makan, kamar mandi, WC, dan lain-lain;

e.      Ketersediaan fasilitas olah raga dan kesehatan.

 

 

 

3.                 B.   Evaluasi Hasil Belajar

 

1.      Diharapkan setelah penyelenggaraan diklat berakhir dapat dilakukan evaluasi Pasca diklat terhadap alumni dalam hal :

a.      Sejauhmana para alumni mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang diembannya.

b.      Sejauhmana para alumni didayagunakan potensinya dalam rangka pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil.

 

2.      Evaluasi hasil belajar dilakukan oleh Bapelkes bekerjasama dengan Kanwil dan Dinas Kesehatan.

3.      Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada butir A dan B di atas disampaikan kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Departemen Kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB VI

B I A Y A

 

A.     Indeks biaya

 

       Biaya Latihan Pra Jabatan Umum disediakan berdasarkan indeks per orang untuk golongan I sebesar Rp 220.000,- sedangkan golongan II sebesar Rp. 280.000,-

 

Indeks biaya tersebut diatas digunakan untuk pembiayaan komponen-komponen sebagai sarana untuk melaksanakan Latihan Pra Jabatan Umum yang terdiri dari :

 

a.      Bahan pelajaran

b.      Alat-alat tulis

c.      Penulisan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan

d.      Honorarium Pengajar

e.      Honorarium Penyelenggara

f.        Honorarium Penyusun, Pengawas dan Pemeriksa Ujian

g.      Biaya konsumsi dan akomodasi

 


Perincian penggunaan biaya adalah sebagai Berikut :

 

NO

KOMPONEN

GOL. I

GOL. II

 

1.

2.

3.

4.

5.

6

7.

8.

9.

10.

11.

12.

 

Honorarium Panitia

Honorarium Pengajar

Honorarium Pendamping Dosen

Honorarium Penyusun naskah ujian

Honorarium Pengawas ujian

Honorarium pemeriksa Ujian

Konsumsi

Jasa asrama

Jasa kelas

ATK

Foto Copy

STTPL

 

Rp      5.000

Rp     12.000

Rp       6.500

Rp       1.500

Rp       1.500

Rp       2.000

Rp   150.000

Rp      25.000

Rp         750

Rp       5.750

Rp       6.000

Rp       4.000

 

 

Rp      5.000

Rp     17.000

Rp       7.500

Rp       1.500

Rp       1.500

Rp       2.000

Rp   195.000

Rp     25.000

Rp          950

Rp       6.600

Rp       6.500

Rp       4.000

 

 

JUMLAH

 

Rp   220.000

 

Rp   280.000

 

 

 

B.    Penggunaan Anggaran :

 

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bahwa dana Latihan Pra Jabatan Umum tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai Latihan Pra Jabatan Umum yang diselenggarakan dalam waktu tahun anggaran yang bersangkutan.

 

 

 

 

C.    Lain-lain

 

1.      Peserta Latihan Pra Jabatan Umum yang tidak lulus diberikan kesempatan mengikuti Latihan Pra Jabatan Umum satu kali lagi.

2.      Apabila peserta tidak lulus dalam Latihan Pra Jabatan Umum yang kedua kalinya, maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

3.      Hal-hal yang belum diatur dalam Edaran ini akan diatur kemudian.

 


 

BAB VII

SERTIFIKAT

1.                   

2.                  Kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II yang telah menyelesaikan seluruh program dan dinyatakan lulus diberikan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) yang ditanda tangani oleh Pemimpin Instansi Penyelenggara dengan diberi nomor oleh LAN.

 

Prosedur Permintaan STTPP

 

Bapelkes mengusulkan ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Departemen Kesehatan sesuai dengan prosedur yang telah berlaku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII

P E N U T U P

 

3.      1.      Pedoman penyelenggaraan Diklat Prajabatan Golongan I dan II ini disusun berdasarkan analisis tujuan program Diklat dengan mengakomodasi dari kebutuhan di lingkungan Departemen Kesehatan.

 

4.      2.      Apa bila dikemudian hari dirasakan terdapat perubahan pada aspek kurikulumnya, maka dapat dilakukan pengembangan lanjutan.

 

5.      3.      Pedoman penyelenggaraan Diklat Prajbatan Golongan I dan II ini, mulai berlaku sejak ditetapkan dan menggantikan pedoman yang lama.

 

 

 Ringkasan Materi